Sosialisasi Dunia Kuliah oleh ASWA

sosialisasi-beasiswaTegalrejo – Memasuki bulan Februari, santri Fazza akan disibukkan oleh berbagai kegiatan ujian. Mulai dari ujian kompetensi keahlian, ujian praktek, ujian sekolah, sampai ujian nasional yang akan dilaksanakan pada bulan April mendatang.

Sehubungan dengan kelulusan santri Fazza, rekan-rekan alumni Syubbanul Wathon (ASWA) mengadakan sosialisasi ujian masuk perguruan tinggi yang diadakan pada Minggu, 8 Februari 2015. Rekan ASWA yang hadir adalah rekan-rekan dari angkatan Azka hingga angkatan Ezza.

Acara yang dimulai dari pukul 13.30 tersebut diawali dengan pengenalan ASWA yang disampaikan oleh ketua ASWA, yaitu Yuli Retno Winarsih dari angkatan Azka. Melalui forum ini, adik-adik Fazza dikenalkan dengan adanya alumni Syubbanul Wathon. Dengan harapan, kelak ketika mereka sudah lulus dan ingin melanjutkan kuliah di berbagai daerah, akan ada kakak-kakak angkatan yang dapat membantu mereka, terutama dalam pendaftaran kuliah, baik dari jalur beasiswa maupun jalur mandiri. Selain itu, kakak-kakak angkatan juga siap untuk membantu adik-adik Fazza untuk mencari tempat kos maupun pondok pesantren yang sesuai.

Usai pengenalan ASWA, dilanjutkan penjelasan singkat mengenai beasiswa kuliah melalui Bidikmisi yang disampaikan oleh Maksum Hidayat dari angkatan Dalla. Penjelasan singkat yang dihadirkan berdasarkan pengalamannya sendiri ternyata mendapat apresiasi yang bagus dari adik-adik Fazza. Usaha kerasnya untuk bisa masuk ke STMIK AMIKOM melalui jalur bidikmisi ternyata membuahkan hasil. Meski jalan yang ditempuh tidak mudah, asalh kita mau tekun berusaha dan tidak mudah menyerah, Allah pasti akan memberikan jawaban atas doa-doa yang kita hantarkan padaNya. Begitu juga yang dialami oleh Maksum Hidayat ini.

Berbagai cerita tentang usaha untuk bisa masuk ke universitas yang diinginkan mengalir tidak hanya dari Maksum hidayat. Ada pula dari Toriq yang telah berhasil masuk ke UNNES. Usahanya untuk bisa masuk ke universitas-universitas yang ia inginkan ternyata belum membuahkan hasil yang baik. Pada akhirnya, ia memilih untuk mendaftarkan kuliah melalui jalur mandiri dan akhirnya ia bisa melanjutkan study hingga saat ini.

Ada pula cerita yang tak kalah menarik dari Ahmad Rosyid dari angkatan Bazza yang kini tengah melanjutkan study nya di UNIPDU Jombang. Kecintaannya pada pesantren membuat Rosyid memutuskan untuk melanjutkan kuliah sambil mondok. Usaha kerasnya selama ini untuk bisa mahir dalam bahasa asing, terutama bahasa inggris menghantarkannya untuk terus berjuang agar bisa mendapatkan kesempatan study exchange ke UK. Luar biasa, bukan?

Berbagai cerita yang disampaikan oleh para alumni Syubbanul Wathon ternyata memompa semangat adik-adik Fazza untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Meski sebelumnya telah ada sosialisasi mengenai bidikmisi ini, rupanya anak-anak Fazza masih banyak yang kebingungan. Diharapkan setelah adanya sosialisasi ini, adik-adik Fazza tak lagi bingung untuk memilih kampus favorit mereka.

Related Posts

About The Author

Add Comment